Inalillahiwa Inaillaihi Rojiun, Habib Abdurrahman al Habsyi Kwitang Tutup Usia. Redaksi - Selasa, 27 Rabiul Akhir 1439 H / 16 Januari 2018 05:30 WIB "Telah berpulang ke Rahmatullah Habibana Abdurrahman bin Muhammad Al Habsy. Ya Allah, berilah rahmat kepadanya, dan tempatkanlah di tempat yang mulia. Semoga Almarhum meninggalkan kita
InalillahiWainailaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah sdr. Awal Utami Aji, 2021 05 14 Takjiyah H2 part1 Inalillahi Wainailaihi Rojiun, telah berpulang ke rahmatullah sdr. Awal Utami
Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Suami/ Bapak/ Kakek kami tercinta, H. Surjadi Soedirdja bin Achmad Soedirdja pada hari Selasa 3 Agustus 2021 pukul 10.35 WIB," demikian pesan yang diterima redaksi, Selasa (3/8). Almarhum wafat di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta usai menderita sakit.
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Dr HC Ir H Arifin Panigoro bin Yusuf Panigoro. Usia: 76 tahun," jelas dia, Senin (28/2). Inalillahi Wainailaihi Rojiun, Dedi Mulyadi Berduka Ayah Doddy Sudrajat Meninggal Dunia, Begini Suasana di Rumah Duka
innalilahi wainailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah ayah kami Musthafa Kamaluddin bin H.Marsidi, 12-02-1939 - 8-03-2017. jam 10 kurang pagi ini. "Inalillahi wa sedalam2nya buat @iko.uwais@mamayoyoh6 @ma_ma_dee ..semoga papa kamal..chusnul chotimahdan di terima semua amal ibadahnya..amiiin
Innalillahiwa inna ilaihi rojiun, Hj. Sariani Amiraden Siregar telah berpulang ke Rahmatullah. 2 Mei 2016 Sariani Amiraden Siregar (90 tahun), telah berpulang ke Rahmatullah, Minggu 1 Mei 2016, sekitar jam 11.00 WIB, di rumah duka Jalan Garu III No. 98 Medan. Hj. Sariani Amiraden Siregar. /Dok. Dinamikarakyat.com
Sebelumnya Jalaludin Rakhmat dan keluarga dinyatakan terinfeksi covid-19 dan sang istri telah lebih dulu berpulang ke Rahmatullah pada empat hari sebelumnya. Inalillahi Wainailaihi Rojiun, Menlu Walid Al-Moalem Wafat di Usia 79 Tahun; Berita Duka, Ulama Syekh Ali Jaber Wafat, Ustadz Yusuf Mansur : Beliau Sempat Kritis Semalam
0KVqkp. Home Tsaqofah 'Berpulang ke Rahmatullah', Cara Salah Mengumumkan Berita Kematian Selasa, 26 Zulqaidah 1444 H / 27 Januari 2015 0900 wib views Oleh Badrul Tamam Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. Sesaat setelah seorang muslim meninggal dunia hendaknya orang-orang disekitarnya mengumumkan berita wafatnya kepada keluarga, kerabat, tetangga, dan orang-orang shalih. Tujuannya, supaya mereka saling bahu membahu dalam menguruskan jenazahnya, menyalatkan dan menghantarkannya ke kuburan. Juga supaya mayit mendapat manfaat dari shalat, istighfar, dan doa orang-orang shalih tersebut. Sebagian orang mengumumkan berita kematian seorang muslim dengan ungkapan, "telah berpulang ke rahmatullah, si fulan. . . ." Kalimat di atas berbentuk pemastian shighoh Jazm, bahwa seseorang benar-benar dirahmati Allah. Padahal tidak ada seorang pun yang tahu tempat kembalinya dan nasib seseorang setelah kematiannya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dalam timbangan akidah Islam, kita tidak dibolehkan memastikan seseorang sebagai ahli surga kecuali berdasarkan nash. Kita juga tidak boleh menyatakan seseorang tertentu benar-benar dirahmati dan diampuni dosanya oleh Allah, kecuali dengan keterangan dari Al Qur'an dan sunnah Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hanya saja kita berharap bahwa orang beriman yang telah berbuat baik dan meninggalkan perbuatan buruk dirahmati oleh Allah, diampuni dosanya, dan dimasukkan ke dalam surga. Harapan ini diwujudkan dalam bentuk doa untuknya. Kalimat di atas itu seperti menyebut orang meninggal dengan “Almarhum”. Almarhum adalah bentuk maf'ul dari rahima-yarhamu, yang artinya mengasihi. Berarti maksud ucapan Almarhum adalah orang yang dikasihi atau dirahmati oleh Allah. Kata Almarhum yang berbentuk kalimah isim mengandung makna memastikan, yaitu orang tersebut pasti dirahmati oleh Allah, karenanya dia pasti masuk surga. [Baca Bolehkah Non Muslim Kita Sebut Almarhum?] Bagaimana Cara Mengumumkannya? I’lam atau pemberitahuan wafatnya seorang muslim tidak ada kalimat yang tertentu. Di antara kalimat yang bisa dijadikan pilihan, "telah wafat / meninggal dunia si fulan -yarhamuhullah semoga Allah merahmatinya-; atau yaghfirullahu lahu semoga Allah mengampuninya; atau Ya'fullahu Ta'ala 'Anhu semoga Allah memaafkannya. Berikut contoh pengumuman melalui pesan singkat SMS, Telah wafat Abdullah, akan dishalatkan 'Ashar hari ini, dengan izin Allah Ta'ala Penutup Kesalahan dalam mengumumkan orang meninggal di atas sudah sering terjadi sehingga dianggap biasa. Padahal di tinjau dari sisi aqidah ini berbahaya, merasa sok tahu dengan kondisi sebenarnya seseorang tanpa ada bukti dari nash shahih. Kepastian ampunan atau rahmat Allah kepada seseorang setelah orang itu meninggal dunia merupakan perkara ghaib; hanya diketahui oleh Allah, kemudian makhluk yang diberitahu oleh Allah Azza wa jalla, seperti para malaikatNya dan para pemberitaan orang lain, selain para malaikat atau para nabi tentang mayit bahwa ia sudah mendapatkan rahmat atau maghfirah, merupakan sesuatu yang tidak boleh. Kecuali orang yang sudah dijelaskan nash dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. kalau berani berbicara tanpa nash, berarti telah berlaku lancang atas sesuatu yang ghaib, "Katakanlah 'Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah'.” QS. An Naml 65 Namun seorang muslim diharapkan mendapatkan maghfirah ampunan, rahmat dan masuk syurga, sebagai karunia dan kasih sayang dari Allah. Dan dia dido’akan agar mendapatkan ampunan, sebagai ganti dari pemberitaan bahwa ia telah mendapatkan ampunan dan rahmat. Wallahu A'lam. [PurWD/ * Gambar Kuburan Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz yang meninggal jumat 23/01. Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk.
Home » . Innalillahi wa inna ilaihi rojiuuunn. Telah Berpulang ke Rahmatullah Dosen Kit… . Innalillahi wa inna ilaihi rojiuuunn. Telah Berpulang ke Rahmatullah Dosen Kit… [ad_1] . Innalillahi wa inna ilaihi rojiuuunn. Telah Berpulang ke Rahmatullah Dosen Kita Bpk. H. Ridwan Sofwan Dosen B. Arab FKIP Senin, 4 Mei 2020. Semoga Amal Ibadah beliau diterima Allah SWT. . Terimakasih atas segala dedikasimu dalam dunia pendidikan khususnya di Uninus. Semoga menjadi Amal jariyah yang terus menerangi. . uninus uninus kabarduka uninusberduka dosen [ad_2] Source Related Posts Assalaamualaikum .. Halo Sobat Kampus Uninus, Keren ga sih 5 Mahasiswa PLS FKIP mewakili kontingen… Hai Mahasiswa Uninus, tau ga diantara kita ada yang mewakili Jawa Barat untuk berjuang pada… Selamat Hari Jadi Kota Bandung yang ke-211, Semoga Bandung tetap menjadi kenangan manis untuk Mahasiswa… This Post Has 16 Comments
Tulisan Arab Innalillahi – Halo sobat kembali lagi bersama kami yang dimana pada kali ini kami akan memabahas tentang pelajaran Agama Islam yang bertemakan Tulisan Arab Innalillahi untuk lebih jelas dan lengkapnya maka simaklah artikel ini sampai akhir. Musibah datangnya dari Allah SWT yang bertujuan agar menguji kemampuan dari umatnya. Tentunya pada setiap musibah yang sudah terjadi pasti terdapat hikmah yang terkadung. Hikmah itulah yang seharusnya kita syukuri serta tafakuri supaya kehidupan kita jauh lebih baik. Pengertian Tulisan Arab Innalillahi Tulisan Arab Innalillahi Dalam Al-QuranTulisan Arab Innalillahi Dalam HaditsHikmah Dibalik Kalimat Innalillahi Share thisRelated posts Pengertian Tulisan Arab Innalillahi Tulisan arab dari Innalillahi wa inna ilaihi raji’un Arab انا لله وانا اليه راجعون ialah potongan dari dalam ayat Al-Quran, yang ada didalam Surah Al-Baqarah, ayat 156. Isi penuh dari ayat tersebut ialah الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعون Artinya “yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali. Al-Baqarah 2156” Bacaan itu kita ketahui dengan nama bacaan “istirja” ataupun “tarji”. Istirja’ sendiri ialah frase umat Islam yang apabila seseorang tertimpa musibah serta biasanya diucapkan apabila sesudah menerima kabar duka dari seseorang. Umat Islam seharusnya meyakini bahwasannya Allah Yang Maha Esa, yang Yang Maha Memberikan segalanya serta Allah pula lah yang mengambilnya, hal ini sebagai sebuah bentuk ujian pada ummat manusia. Oleh karena itulah, umat Islam harus dapat menyerahkan dirinya pada Allah serta juga jangan lupa agar terus bersyukur pada Allah atas segala yang sudah mereka terima. Di masa yang sama, mereka juga bersabar serta membacakan tulisan arab innalillahi sebagai sebuah ungkapan ini disaat menerima cobaan ataupun musibah. Kemudian didalam syariat Islam, apabila seseorang Muslim ditimpa musibah, kemudia dia bersabar serta mengucapkan kalimat istirja’ maka Allah pasti akan memberikan pahala. Tulisan Arab Innalillahi Dalam Al-Quran Apabila kalian hafal ataupun membaca surat Al-Baqarah, pastinya saat sampai pada ayat 156, sebelum melanjutkan ke ayat yang berikutnya coba kalian pahami serta makanai ayat itu. Di ayat 156 kalian juga akan menemukan ayat yang bunyinya yakni Innalillahiwainnailaihirojiun. Itulah dasar dari ayat yang sudah dijadikan pedoman umat Islam soal anjuran diperintahkannya untuk mengucapkan kalimat tarji saat mendapat musibah. Adapun arti lengkapnya yakni sebagai berikut “Yakni orang-orang yang apabila ditimpa sebuah musibah, mereka mengucapkan; “Innalillahiwainnailaihirojiun”Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali. Al Baqaarah 2 156. Tulisan Arab Innalillahi Dalam Hadits Suapaya kamu jauh lebih paham serta penjelasannya jauh lebih rinci lagi, maka kami juga akan menjelasankan tulisan arab Innalillahi didalam hadits. Pada dasarnya, apabila terdapat ayat didalam Al-Quran, sudah pastinya ayat itu akan diperjelas lagi dari keterangan hadits. Melalui hadits, kita dapat mengetahui serta memahami dengan jelas bagaimana terjadinya suatu ajuran ataupun perintah Allah pada manusia khususnya pada umat Islam. Intinya, dengan cara mengkaji hadits yang selalu berhubungan dengan makna kandungan dari dalam Al-Quran, maka kita juga akan mengetahui asbabun nuzul yang sudah diturunkannya ayat Al Quran. Berkaitan dari kalimat tulisan arab Innalillahi wa inna ilaihirojiun, diriwayatkan Äli bin Al Husain, dari kakeknya yakni Nabi Muhammad SAW, dia bersabda; “Tidaklah seorang Muslim tertimpa musibah, lalu ia mengenangnya dan mengucapkan kalimt istirja’ Innalillahiwainnailaihirojiun melainkan Allah akan memberinya pahala sebanding hari ia tertimpa musibah” Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Kitab Al Bidayah wan Nihayah, 8221 oleh Ibnu Katsir. Bentuk-bentuk dari Musibah serta kaitannya dengan kalimah Innalillahiwainnailaihirojiun. Sebetulnya, saat kamu bergerak ataupun diam itu sama-sama bentuk suatu ujian. Jika kalian bergerak, maka dapat dikatakan bahwa kalian sedang menjemput ujian. Orang yang bertipe ini umumnya pasti menganggap bahwa sanya ujian atau musibah yang datangnya dari Allah itu sudah pasti terdapat jatanya masing-masing. Selain itu juga, orang yang bergerak untuk menjemput ujian ini pasti menganggap bahwa ujian tersebut sebagai pelecut supaya bisa lebih meningkatkan keimanan pada Allah. Denan adanya ujian yang harusnya akan jauh lebih menyadari bahwa hidup itu penuh dengan tantangan serta perjuangan. Umur bukan lagi sebuah alasan, dikarenakan kita harus tetap menumbuhkan sebuah kebaikan dan juga menjalankan syariat Islam sampai akhir hayat. Tipe selanjutnya yakni orang yang diam, orang bertipe ini akan menganggap bahwa sanya dengan diam maka ujian tak akan datang. Padahal dengan diam itupun ujian pasti tetap datang untuk menghampiri kita. Tapi, ada hal yang sangat cukup disayangkan saat seseorang jauh lebih memilih agar diam, dapat dikatakan juga bahwa sanya diam ialah cerminan bahwa sanya orang itu kurang berani didalam mengambil suatu keputusan. Justru dengan diam kita tak akan bisa mendapat apa-apa, hanya berada di posisi itu, pun keimanan pada Allah pun tetap saja segitu-segitu saja. Jadi, teruslah kita ini bergerak sampai menemukan kebenaran. Lantas bagaimanakah kaitannya dengan musibah? Kaitannya dengan musibah sudah tentu saja terdapat pada didalam takdir. Mulai musibah yang sangat kecil sughro sampai kemusibah yang sangat besar kubro semua telah digariskan Allah SWT. Adapun musibah-musibah kecil contohnya saja terpeleset, kehilangan pulpen, ataupun disaat kamu lupa menaruh sebuah barang sebenarnya hal itu dapat kamu ucapkan kalimat yakni Innalillahi wa innailaihi rojiun. Sama saja halnya dengan musibah yang dapat masuk tergolong kecil tapi rasanya musibah besar contohnya saja wafatnya seseorang ataupun terjadinya bencana alam yakni banjir, gunung meletus, tsunami serta lain sebagainya. Hal yang pertama kita lakukan yakni mengucapkan kalimat Innalillahi wa innailaihi rojiun sebagai sebuah tanda takwa serta cinta pada sunnah Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itulah, walaupun berbagai macam bentuk dari ujian datang silih berganti, percayalah bahwa sanya hal itu adalah kasih sayang Allah pada kita. Hikmah Dibalik Kalimat Innalillahi Banyak pelajaran dan juga hikmah yang dapat ambil dari pada kalimat Innalillahi wa innailaihi rojiun. Yang sebetulnya, disaat kita mendapatkan sebuah musibah maka langsunglah kita mengucapkan Innalillahiwainnailaihirojiun ialah bukti bahwa kita itu sedang dibimbing oleh Allah. Allah SWT yang mengajarkan kita yang melalui kalimat Innalillahiwainnailaihirojiun yang mentalqin, mengingatkan pada kita bahwa sanya sebetulnya yang terdapat alam semesta ini pastinya kembali pada Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Kalimat Innalillahiwainnailaihirojiun ini pula memberikan kita arahan untuk hendaknya didalam menjalani hidup kita selalu senantiasa mendahulukan Allah SWT ataupun mendahulukan tauhid di atas segala-galanya. Dengan seperti itulah, maka disaat kita mendapatkan musibah atau pun masalah kita dapat mengembalikannya pada Allah. Ingatlah bahwa Allah SWT bahwa sanya kita juga harus berserah diri serta meminta bantuan hanya pada Allah, teruslah berdoa serta meminta pada Allah SWT. Kalimat Innalillahiwainnailaihirojiun pula membimbing kita bahwa sanya selaku hamba-Nya itu hendaknya tak bersedih berlarut-larut saat mendapatkan musibah. Tetaplah untuk bersabar serta berprasangka baik pada Allah. Salah satu contoh dari ujian yang cukup berat yaitu saat kita kehilangan orang yang sangat kita sayangi, terlebih lagi kedua orang tua. disaat kita kehilangan mereka, hendaknya kesedihan itu jangan berlarut sampai menangis meraung-raung. Teruslah untuk bersabarlah, ingatlah bahwa sanya kedua orang tua kita sudah sangat maksimal untuk menjalani hidup, Ia pastinya akan ditempatkan pada tempat yang terbaik pada sisi-Nya. Tugas kita selaku anak ialah terus mendoakan serta menjadi sebuah amal jariyah dengan cara menjadi seorang anak yang sholeh ataupun sholehah supaya pahala dapat terus mengalir pada kedua orang tua. Dengan menjadi sebuah amal jariyah bagi orang tua, maka In Shaa Allah dapat mendapat syafaat pada akhirat nanti, berdoa pula supaya kelak di surga nanti dapat dipertemukan kembali dengan orang-orang yang kita sangat cintai dan sayangi. Talqin kalimat Innalillahi wa innailaihirojiun pula mengajarkan kita bahwa sanya hendaknya kita hidup di dunia ini janganlah panjang angan-angan, dikarenakan hal tersebut ialah tipu daya setan agar mengelabui manusia. Selesai sudah pembahas kali ini tentang Tulisan Arab Innalillahi semoga dapat membantu kalian semuanya dalam mempelajari pelajaran Agama Islam dan terimakasih kamu sudah berkunjung dan menyimak artikel ini sampai akhir . Baca Juga Lainnya Soal Agama Kelas 12Soal Agama Kelas 11Soal Agama Kelas 10Soal Agama Kelas 9Soal Agama Kelas 8Soal Agama Kelas 7
CATALOG FKM UMJINCUBATOR BISNIS – FKM UMJLayanan Surat Online – FKM UMJJadwal Akademik Tahun 2022/2023MARS FKM UMJ lain pada Page iniSearch Search for Berita Terkini Selamat Hari Donor Darah Sedunia Meningkatkan Keselamatan dan Kualitas Hidup Melalui Aksi Sumbangan Berdarah June 14, 2023 Rapat Persiapan Akreditasi Prodi MKM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah June 14, 2023 Perubahan Lokasi Gladi Resik FKM UMJ 2023 June 13, 2023 Informasi Gladi Resik, Sesi, dan Tata Tertib Wisuda FKM UMJ 2023 June 13, 2023 Rapat Koordinasi PersiapanThe 4th Muhammadiyah InternationalPublic Health and Medicine Conference 2024dengan Tema “Aging Population” June 13, 2023 Log In Username Password Keep me signed in PANDUAN ETIKA MAHASISWA UMJPendaftaran Mahasiswa BaruPengumuman PMB Tata Cara Pendaftaran Persyaratan Biaya Pendidikan Ujian Seleksi Persyaratan Daftar Ulang
ARI SANTOSO Tutup Usia Wafat Jum'at 12 Februari 2016 Salah Satu Siswa SMA Bhakti Praja Kelas XI IPA "Inalillahi Wainalilahi Rojiun.. Kami dari keluarga besar SMA Bhakti Praja Adiwerna Mengucapkan Turut Berduka cita atas meninggalnya saudara Kita Ari Santoso Semoga Almarhum diberikan terang jalannyaya, mendapatkan tempat yang sempurna serta di ampuni segala dosa-dosanya. Mudah-mudahan diberikan kekuatan dan keihklasan lahir batin semua keluarga yang sudah di tinggalkanya . Bismillah..Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun , telah berpulang ke Rahmatullah teman, sahabat, saudara, &keluarga kita.... satu persatu orang yang kita kenal pergi...kematian begitu dekat ya saudaraku... begitu masih terdengar tawa dan segala ucapannya..... DAN SUNGGUH KEMATIAN juga akan datang kepada kita, tanpa ada yg bisa mengelak, aduhai pasti kita akan merasakannya!! Ketika nafas mulai tersengal… Ketika nyawa sedang meregang… Ketika mata membelalak dan dahi berkeringat… Pintu taubat telah tertutup. ,, setelah sebelumnya engkau mereguk banyak kenikmatan dan kesenangan tanpa kenal rasa syukur. PINTU TAUBAT TELAH TERTUTUP apa bila maut telah di hadapmu.... apa kita mampu memberikan pertanggung jawaban ya saudaraku...??? apa kita sudah CUKUP PUAS dengan amalan dan ibadah kita ..hingga anda lalai dari hak Allah..sibuk dengan pamor, sibuk akan senang senang foya2 serta maksiat??? Padahal Allah telah memberikan rizki, kau balas dengan lalai?? “Kamu mengganti rizki yang Allah berikan dengan mendustakan Allah. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai oleh Allah. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu kepada tempatnya jika kamu adalah orang-orang yang benar, adapun jika dia orang yang mati termasuk orang yang didekatkan kepada Allah, maka dia memperoleh rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapatkan hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan menyebut nama Rabbmu Yang Maha Besar.” QS. Al-Waaqi’ah 82-96 Wahai jiwa-jiwa yang tertipu dunia… Wahai hati yang keras membatu karena hawa nafsu… Wahai manusia yang lalai dari ketaatan kepada Rabbnya… Sudahkah engkau mempersiapkan bekal menuju perjalanan panjang dan berat didepanmu? Sudahkah engkau mengetahui tempat seperti apa yang kelak kau tinggali? Sudahkah engkau memikirkan semua itu…? Saudaraku, cukuplah kematian menjadi peringatan untuk kita bahwa dunia hanyalah kebahagiaan semu dan tak berarti apa-apa. Tidakkah engkau dengar sebuah firman Rabbmu yang sanggup menggetarkan gunung, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” QS. Ali Imran 185 Tidakkah engkau bila melihat saudaramu terbujur dalan kafannya, engkau tergetar..apa yang engkau pikirkan??..... Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun , sungguh semua akan kembali kepada yang memiliki Langit dan bumi...
inalillahi wainailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah