Ayatayat al-Qur‘an yang membincangkan tentang jihad kenyataannya juga tidak mengarahkan umat Islam untuk melakukan kekerasan sehingga memaksa pemeluk agama lain untuk memeluk agama Islam. Pun jika ada pemaknaan jihad dalam artian boleh melakukan perang, itu hanya sebatas “membela diri” karena mengalami penindasan yang dilakukan oleh
AYATAYAT RASIS ALKITAB Mengapa bapak pendiri Amerika, Thomas Jefferson, memilih al-Qur'an sebagai sumber inspirasi untuk menyusun deklarasi kemerdekaan Amerika yang mengusung demokrasi, kebebasan
Sebagianorang Kristen setelah membaca ayat-ayat Alkitab tersebut di atas meyakini bahwa Kristus mati untuk menebus dosa seluruh dunia. Manusia dapat menikmati penebusan Kristus itu dengan dua cara. Pertama, dengan menjadi orang Kristen atau menjadi murid Kristus. Kedua, dengan beramal sebanyak-banyaknya.
ayatayat Al Qur'an dan hadis yang menjelaskan tentang kedudukan, kewajiban dan hak-hak atas wanita. Tidak ada perbedaan tinggi rendah kaum laki-laki dan wanita, keduanya memiliki status kedudukan yang sama.9 Sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-
Kisahkisah yang terdapat di Alkitab diduga mirip dengan keyakinan kuno. Narasi-narasi yang sama juga ditemukan dalam Alkitab tentang keberadaan malaikat, setan, dan perjuangan antara yang baik dan yang jahat. Meskipun malaikat, setan, dan pergulatan abadi antara yang baik dan yang jahat merupakan komponen sentral dari kanon agama Kristen
Setiapkali orang-orang Kristen melupakan fakta utamadari wahyu Alkitab ini, mau tak mau mereka menjadi korban dari dosa rasisme, seksisme, sukui sme, kelas ism e, yang membutakan,serta ribuan kemunafikan lain yang telah me rusak umat manusia sejak Adam dan Hawa sampai hari ini.” – Timothy George, Galatians, pp. 427, 428.
BagiAbraham, masalahnya adalah mengenai ketaatan. Pada masa kini, seorang wanita karier bergaji tinggi dipecat karena menolak meninggalkan standar imannya. Dan, seorang pendeta diusir dari gerejanya karena menaati firman Allah yang menyuruhnya berbicara tentang rasisme di tengah jemaatnya.
20ym. Ilustrasi tindakan tolak rasisme. Foto Unsplash/ loganweaver"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.""Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui.""Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."
Lori Official Writer Di Amerika, sentimen antara kulit putih dan hitam sempat menjadi masalah yang cukup serius. Bertahun-tahun lamanya masyarakat keturunan kulit hitam harus berjuang mendapatkan hak kesetaraan mereka seperti kulit putih. Setelah mengorbankan ribuan nyawa, perjuangan itu pada akhirnya menghasilkan buah yang manis. Bertahun-tahun setelahnya, sikap rasis terhadap kulit hitam bahkan dilindungi oleh undang-undang. Meski begitu, sentimen ini rupanya masih terus muncul. Bahkan sampai hari ini, Amerika Serikat ditodong dengan serangkaian serangan kriminalitas bermotif sentimen ras serta agama. Namun jika jauh ditelusuri dari kisah Alkitab, rupanya hal ini sudah terjadi sejak beraba-abad silam. Di Perjanjian Lama, misalnya, dituliskan bahwa rasisme setara dengan perbudakan. Menurut pengertiannya, rasisme adalah sistem kepercayaan atau doktrin yang menganggap bahwa ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras lain yang dianggap lebih rendah. Rasisme pun menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi dan kekerasan rasial, termasuk genosida. Di dalam Alkitab tindakan ini bisa dibaca dalam Keluaran 21 20-21. “Apabila seseorang memukul budaknya laki-laki atau perempuan dengan tongkat, sehingga mati karena pukulan itu, pastilah budak itu dibalaskan. Hanya jika budak itu masih hidup sehari dua, maka janganlah dituntut belanya, sebab budak itu adalah miliknya sendiri.” Jadi gak mengherankan kalau di negara-negara Timur Tengah saat ini tindakan perbudakan dianggap lazim. Karena Alkitab sendiri menuliskan tentang apa yang dialami oleh seorang budak. Di Israel, budak dianggap sebagai barang yang bia dibeli dan dijual Keluaran 21 32. Orang Ibrani harus menjadi seorang budak tidak lebih dari enam tahun Ulangan 15 12. Saat tahun Yobel tiba, maka para budak akan bersukacita karena tahun yang muncul setiap empat puluh sembilan tahun itu adalah momen dimana mereka bisa bebas dari perbudakan di Israel Imamat 25 50. Baca juga Hati-hati Pakai Sosial Media, Yuk Berkaca Dari Kasus Rasisme Natalius Pigai Ini Di jaman itu, seorang budak melakukan pekerjaan kasar meskipun mereka adalah seorang dokter, perawat, orang-orang berpendidikan dan bahkan juru kelola keuangan. Uniknya, ada banyak orang di masa itu yang menjual diri mereka sebagai budak untuk mengubah kehidupan mereka. Tapi gak bisa dipungkiri ada banyak budak yang dilecehkan secara fisik, seksual dan sosial. Di Perjanjian Baru Perbudakan Dihapuskan Kisah manusia dimulai dari Kejadian 1, dimana Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya. Setiap orang diciptakan secara sengaja oleh Tuhan karena itulah dia dianggap berharga. Dasar inilah yang harusnya membuat kita sadar bahwa perbudakan atau rasisme dalam bentuk apapun harus ditolak. Ada lima alasan kenapa rasisme dianggap tidak pantas oleh Alkitab Perjanjian Baru. Pertama, kita semua diciptakan sama oleh Tuhan. Kisah manusia dimulai dari Kejadian 1 dimana Tuhan menciptakan manusia menurut gambarNya Kejadian 1 27. Setiap orang dirancang Tuhan sesuai dengan tujuannya. Karena itu gak ada hak seseorang untuk menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain bahkan yang berbeda ras sekalipun. Kedua, kita semua adalah keturunan dari orangtua yang sama. Setiap orang adalah keturunan Adam dan Hawa Kejadian 1 28. Sama seperti disampaikan oleh Tuhan sendiri bahwa Dia menjadikan setiap orang dari berbagai bangsa untuk hidup bersama di bumi Kisah Para Rasul 17 26. Karena air bah, semua umat manusia bisa mencari tahu asal usul nenek moyangnya Kejadian 9 1. Ketiga, setiap orang sama berharganya di mata Tuhan. Paulus menyampaikan dengan berani bahwa Tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani. Tidak ada hamba dan orang merdeka. Tidak ada laki-laki dan perempuan, karena semua adalah satu di dalam Kristus Galatia 3 28. Paulus menyampaikan hal ini karena saat itu orang Yahudi mengalami rasisme dari orang Yunani. Di cerita selanjutnya, bangsa-bangsa lain menganiaya orang Yahudi di hampir sepanjang sejarah mereka. Orang Yahudi diperbudak oleh orang Mesir, diserang oleh orang Kanaan dan suku-suku lain di sekitarnya, dihancurkan oleh bangsa Asyur, diperbudak oleh Babel dan diduduki oleh Persia, Yunani dan Roma. Ucapan Paulus ini menjadi pernyataan revolusioner yang mengubah cara pandang bangsa-bangsa di jaman Perjanjian Baru. Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang melakukan tindakan rasis tidak pantas dan berdosa. Tuhan menciptakan kita untuk saling mengasihi. “dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Kolose 3 11 Baca juga Begini Cara Jokowi Redam Kasus Rasis Warga Papua, Semoga Indonesia Tetap Aman Ya! Keempat, setiap orang berhak menerima keselamatan di dalam Kristus. Allah mengasihi semua orang berdosa karena itulah Dia mau memberikan hak untuk memperoleh keselamatan di dalam Kristus. Seperti yang disampaikan Paulus, Tuhan berhasrat untuk menyelamatkan semua orang dalam kebenaran 1 Timotius 2 4. Yesus adalah jalan perdamaian yang disediakan Allah atas dosa-dosa kita dan bukan hanya untuk dosa kita, tapi juga untuk dosa seluruh dunia 1 Yohanes 2 2. Petrus memberitahukan semua orang percaya Yahudi bahwa Allah sendiri tidak membedakan antara orang Yahudi dan yang bukan Yahudi. Karena di dalam Kristus, tak ada perbedaan yang bisa menghalangi seseorang memperoleh kasihNya. Kelima, semua orang berharga di surga. Yohanes diberikan visi untuk menyaksikan kondisi di dalam surga. Dia mendapatkan penglihatan bahwa ada begitu banyak orang dari berbagai bangsa tinggal di sana. Dan bersama-sama berdiri menghadap tahta anak domba, berpakaian jubah putih dan memegang ranting palem di tangan mereka Wahyu 7 9. Jadi, sama seperti yang disampaikan oleh Paulus bahwa tindakan rasisme dalam bentuk apapun yang terjadi saat ini sama sekali tidak dibenarkan menurut Alkitab. Karena setiap orang sama dihadapan Tuhan dan berhak mendapatkan perlakuan yang sama. Sumber Halaman 1
Orang yang rasis adalah orang yang meyakini bahwa karakteristik turunan yang dibawa sejak lahir secara biologis menentukan perilaku manusia. Doktrin rasisme menegaskan bahwa darah adalah penanda identitas bangsa-etnis. Rasisme, termasuk antisemitisme rasial prasangka atau kebencian terhadap Yahudi atas dasar teori biologis yang salah, selalu merupakan bagian integral dari Sosialisme Nasional Jerman Nazisme. Nazi menganggap semua sejarah manusia sebagai sejarah perjuangan yang ditentukan secara biologis antara orang-orang dengan berbagai ras berbeda. Setelah naik ke tampuk kekuasaan, Nazi mengesahkan UU Nuremberg pada tahun 1935, yang mengodifikasikan apa yang mereka anggap sebagai definisi biologis ke-Yahudi-an. Menurut teori ras Nazi, bangsa Jerman dan bangsa Eropa utara lainnya adalah ras "Arya" yang unggul. Selama Perang Dunia II, dokter-dokter Nazi mengadakan eksperimen medis palsu untuk menemukan bukti fisik keunggulan bangsa Arya dan kelemahan bangsa non-Arya. Kendati telah membantai tawanan non-Arya dalam jumlah yang tak terbilang pada eksperimen ini, Nazi tidak dapat menemukan bukti apa pun untuk teori mereka tentang perbedaan ras biologis di antara manusia. Rasisme Nazi menimbulkan pembantaian dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama Perang Dunia II, pimpinan Nazi memulai apa yang mereka sebut "pembersihan etnis" di kawasan Timur, yang meliputi Polandia dan Uni Soviet, yang didudukinya. Kebijakan ini mencakup pembantaian dan pemusnahan ras yang disebutnya "ras" musuh melalui genosida terhadap kaum Yahudi Eropa dan penghancuran pimpinan bangsa Slavia. Kaum Nazi yang rasis memandang penyandang cacat fisik dan mental sebagai bahaya biologis bagi kemurnian ras Arya. Setelah merencanakan dengan cermat, dokter-dokter Jerman mulai membunuh orang-orang cacat di berbagai lembaga penampungan di seluruh Jerman dalam operasi yang mereka perhalus dengan istilah "eutanasia."
Bikin Kaget! 14 Abad yang Lalu Ayat Al-Qur’an Telah Menentang Rasisme Rahmah 26/01/2021 1250 WIB Tafsir Al-Qur'an Ayat-ayat Al-Qur'an yang menentang rasisme
ayat alkitab tentang rasisme